Jum. Des 6th, 2019

BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SDM PERTANIAN KEMENTERIAN PERTANIAN

GUBERNUR LAMPUNG PANEN MELON DI BPP LAMPUNG

2 min read

Balai Pelatihan Pertanian Lampung mendapatkan kehormatan dengan hadirnya Gubernur Lampung Ir. Arinal Djunaidi di Kantor BPP Lampung untuk panen Melon di Lahan Praktek BPP Lampung (Kamis, 3/10/2019). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Balai Pelatihan Pertanian Lampung, Assisten Bidang Perekonomian, Kepala Dinas TPH Provinsi Lampung dan Tim PKB, Kepala BPTP Lampung, Kepala Dinas Pertanian se Lampung dan penyuluh Pertanian serta Petani se Lampung.

Panen melon dilaksanakan di lahan Praktek BPP Lampung di lahan seluas 2000 meter2. Gubernur Lampung sangat tertarik dengan kondisi pertanaman melon yang bagus dan berbuah lebat.

“Ini bagaimana bisa dikembangkan ditempat lain, karena ini berpotensi” ungkapnya saat melihat pertanaman melon.

Selanjutnya Gubernur Lampung memanen 2 buah melon. Melon yang dipanen Gubernur adalah jenis golden melon dan rock melon dengan berat diatas 2.5 kg. Golden melon adalah varitas melon dengan kulit halus berwarna kuning dengan tekstur buah yang renyah sedangkan rock melon adalah melon dengan permukaan kulit ber net dan berdaging orange. Kedua melon tersebut adalah salah satu melon eksklusif yang banyak diminati terutama hotel dan swalayan.

“Wah ternyata berat ini lebih dari 2.5 kg, bisa 3 kg ini” imbuhnya seraya mengangkat melon tersebut.

Arinal menambahkan jika satu buah melon dengan berat dua kilogram lebih dengan harga diatas 15 rb per kg, sangat berpotensi dikembangkan. “Ayo silahkan ditawarkan ke Gelael, Chandra dan Transmart, bilang saja atas saran Gubernur, pasti diterima” Arinal memberi arahan kepada Pengelola lahan BPP Lampung.

Arinal menginginkan produk-produk yang dihasilkan dapat dijual dipasar modern sehingga harga akan lebih kompetitif.

Gubernur Lampung juga menyarankan untuk bagaimana komoditas melon dikembangkan di Horti Park, sehingga nanti menjadi daya tarik pengunjung.

“Siapa yang tidak tertarik dengan buah ini, pasti semua ingin memetik, ini harus bisa dikembangkan disana, minimal satu atau dua hektar” tambah Arinal.

Dalam kegiatan tersebut Gubernur Lampung juga berkesempatan mencicipi olahan yang di buat Widyaiswara BPP Lampung yang berbahan baku singkong. Saat mencicipi hindangan Gubernur Lampung mengatakan bahwa aneka olahan tersebut sangat enak namun masih perlu perbaikan dalam pengemasan dan penambahan brand yang menjual.

“Ini enak, tapi muara dari semua olahan ini adalah bagaimana olahan ini laku dipasaran dan menghasilkan” ungkap Arinal. Produk yang di buat oleh BPP Lampung diantaranya adalah Jus alpukat KW, brownis cassava, kukis dan kue lainnya sebanyak lebih dari 10 olahan berbahan baku dari singkong yang ditanam di lahan praktek BPP Lampung.

“Nah ini dia, rasanya enak seperti alpukat tp namanya kok jus Alpukat KW, ini sudah menjatuhkan minat dipasaran, harusnya namanya dicari yang lebih bagus” imbuhnya. Arinal Djunaidi juga mendorong BPP Lampung untuk mempromosikan hasil olahannya melalui pertemuan ilmiah ataupun seminar sehingga nantinya ada pihak yang tertarik untuk mengembangkan produk tersebut.#docbpp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.